Sabtu, 11 Juli 2009

Perangkat Lunak

Perangkat Lunak
Merupakan program-program komputer dan dokumentasi yang berkaitan,
Produk perangkat lunak dibuat untuk pelanggan tertentu ataupun untuk pasar umum
Produk perangkat lunak tersebut:
Generik – dibuat untuk dijual ke suatu kumpulan pengguna yang berbeda
Bespoke (custom) – dibuat untuk suatu pengguna tunggal sesuai dengan spesifikasinya.
Rekayasa Perangkat Lunak:
adalah suatu disiplin rekayasa yang berkonsentrasi terhadap seluruh aspek produksi perangkat lunak.
mengadopsi pendekatan yang sistematis dan terorganisir terhadap pekerjaannya dan menggunakan tool yang sesuai serta teknik yang ditentukan berdasarkan masalah yang akan dipecahkan, kendala pengembangan dan sumber daya yang tersedia

Proses Perangkat Lunak
Sekumpulan aktifitas yang memiliki tujuan untuk pengembangan ataupun evolusi perangkat lunak.
Aktifitas generic dalam semua proses perangkat lunak adalah:
Spesifikasi – apa yang harus dilakukan oleh perangkat lunak dan batasan/kendala pengembangannya
Pengembangan – proses memproduksi sistem perangkat lunak
Validasi – pengujian perangkat lunak terhadap keinginan penggunak
Evolusi – perubahan perangkat lunak berdasarkan perubahan keinginan.

Model Proses Perangkat Lunak

Suatu representasi proses perangkat lunak yang disederhanakan, dipresentasikan dar perspektif khusus
Contoh perspektif proses:
Perspektif Alur-kerja (workflow) - barisan kegiatan
Perspektif Alur Data (Data flow) – alur informasi
Perspektif Peran/Aksi – siapa melakukan apa.
Model proses Generik:
Waterfall (Air terjun)
Pengembangan secara evolusi
Transformasi formal
Model SPiral
Integrasi daru komponen yang reusable

Biaya rekayasa perangkat lunak
Sekitar 60% untuk biaya pengembangan, 40% biaya pengujian. Untuk perangkat lunak berbasis pengguna (custom), biaya evolusi biasanya melebihi biaya pengembangan.
Biaya beragam tergantung pada tipe sistem yang akan dikembangkan dan kebutuhan sistem seperti unjuk kerja dan kehandalan sistem,
Distribusi biaya bergantung pada model pengembangan yang digunakan.

Metode Rekayasa Perangkat Lunak
Pendekatan terstruktur pengembangan PL termasuk model sistem, notasi, perancangan dan petunjuk pemrosesan,
Deskripsi Model: deskripsi pemodelan dengan grafik,
Aturan: Batasan yang digunakan pada model sistem
Rekomendasi: nasihat bentuk perancangan yang baik,
Petunjuk proses: Aktifitas yang harus diikuti,

Atribut Perangkat Lunak yang baik:

PL seharusnya memberikan pengguna kebutuhan fungsionalitas dan unjuk kerja yang dapat di rawat, berguna,
Maintanability (Dapat Dirawat)
PL harus dapat memenuhi perubahan kebutuhan
Dependability
PL harus dapat dipercaya
Efisiensi
PL harus efisien dalam penggunaan resource
Usability
PL harus dapat digunakan sesuai dengan yang direncanakan

Proses Perangkat Lunak

Suatu proses model adalah suatu representasi abstrak suatu model. Proses model menampilkan suatu deskripsi suatu proses dari beberapa perspektif tertentu,

Proses PL merupakan aktifitas yang saling terkait (koheren) untuk menspesifikasikan, merancang, implementasi dan pengujian sistem perangkat lunak.

Model Proses PL yang Generic
Model Air terjun (Water fall)
Memisahkan dan membedakan antara spesifikasi dan pengembangan
Pengembangan yang berevolusi
Spesifikasi dan pengembangan saling bergantian
Pengembangan sistem Formal
Menggunakan suatu model sistem matematika yang ditransformasikan ke implementasi,
Pengembangan berbasis Re-use (penggunaan ulang)
Sistem dibangun dari komponen yang sudah ada.

Model Air Terjun (Water Fall)

Fase Model Air Terjun
1.Analisis Kebutuhan dan pendefinisiannya
2.Perancangan sistem dan Perangkat Lunak
3.Implementasi dan unit testing
4.Integrasi dan pengujian sistem
5.Pengoperasian dan perawatan
Proses kembali ke state sebelumnya untuk mengantisipasi perubahan setelah proses menuju ke suatu state di bawahnya adalah sangat sulit.

Masalah pada Model Air Terjun:

Partisi projek ke stages yang berbeda tidak fleksibel.
Hali ini mengakibatkan sulitnya untuk merespon perubahan kebutuhan pengguna
Oleh sebab itu model ini hanya cocok digunakan apabila kebutuhan pengguna sudah dimengerti dengan baik,

Pengembangan yang berevolusi (Evolutionary Development)
Pengembangan yang berdasarkan penyidikan
Tujuannya untuk mengaktifkan pengguna dan memperolah model final berasal dari initial spesifikasi awal. Seharusnya diawali dengan kebutuhan yang sudah dimengerti,
Throw-away prototyping
Tujuannya adalah untuk memahami kebutuhan sistem. Biasanya diawali dengan pemahaman kebutuhan yang minim.

Permasalahan dalam model pengembangan yang berevolusi:
Kekurangan visibilitas proses
Model sistem biasanya tidak terstruktur
Membutuhkan kemampuan khusus (mis.: bahasa pemrograman untuk rapid prototyping).

Pemakaian model pengembangan yang berevolusi
Untuk sistem interaktif yang kecil atau menengah
Untuk salah satu bagian dari sistem yang besar (mis. User Interface)
Untuk sistem yang digunakan tidak terlalu lama (short lifetime).

Pendekatan pengembangan sistem Formal
Berbasiskan pada transformasi spesifikasi secara matematik melalui representasi yang berbeda untuk suatu program yang dapat dieksekusi,
Trasformasi menyatakan spesifikasi program
Menggunakan pendekatan ‘Cleanroom’ untuk pengembangan PL.

Pengembangan menggunakan konsep Re-use (Penggunaan Ulang)

Proses dengan metode Iterasi

Model Iterasi dapat digunakan pada setiap model proses generic
Terdapat dua pendekatan:
Pengembangan Incremental
Model Spiral
Model Pengembangan Incremental

Pengembangan sistem berdasarkan model sistem yang dipecah sehingga model pengembangannya secara increament/bertahap
Kebutuhan pengguna diprioritaskan dan priritas tertinggi dimasukkan dalam awal increment
Setelah pengembangan suatu increment dimulai, kebutuhan dibekukan dulu hingga increment berikutnya dimulai

Keuntungan

Nilai penggunan dapat ditentukan pada setiap increament sehingga fungsionalitas sistem disediakan lebih awal,
Increment awal berupa prototype untuk membantu memahami kebutuhan pada increment berikutnya,
Memiliki risiko lebih rendah terhadap keseluruhan pengembagan sistem,
Prioritas tertinggi pd pelayanan sistem adalah yang paling diuji.
Model Pengembangan Spiral
Proses direpresentasikan sebagai model spiral (bukan berupa barisan aktfitas yang dapat ditrack mundur)
Setiap loop dalam model spiral menyatakan fase proses,
Tidak terdapat fase tertentu seperti spesifikasi atau perancangan, tetapi loop dalam spiral ditentukan pada apa yang dibutuhkan,

Sektor pada model Spiral
Menentukan Tujuan
Mengidentifikasikan spesifikasi tujuan setiap fase
Menilai Resiko dan Pengurangannya
Resiko dinial dan aktifitas ditempatkan untuk mengurangi resiko kunci
Pengembangan dan validasi
Suatu model pengembangan sistem dipilih dari model generic
Perencanaan
Project di review dan fase spiral berikutnya direncanakan

Spesifikasi Perangkat Lunak

Proses untuk menentukan pelayanan (servis) apa yang dibutuhkan dan kendala-kendala pengoperasian sistem serta pengembangannya,
Proses Rekayasa Kebutuhan
Studi Kelayakan
Analisis kebutuhan
Spesifikasi Kebutuhan
Validasi spesifikasi

Proses Rekayasa Kebutuhan

Perancangan dan Implementasi Perangkat Lunak
Proses konversi sistem spesifikasi ke sistem yang dapat dieksekusi langsung
Perancangan Perangkat Lunak
Perancangan Struktur Perangkat Lunak
Implementasi
Translasi struktur ke dalam bentuk program
Aktifitas perancangan dan implementasi berhubungan dekat dan dapat saling berinteraksi

Aktifitas dalam Perancangan:
Perancangan Arsitektur
Spesifikasi Abstrak
Perancangan Interface
Perancangan Komponen
Perancangan Struktur Data
Perancangan Algoritma

Proses Perancangan Perangkat Lunak

Metode Perancangan
Pendekatan sistematis untuk merancang perangkat lunak
Perancangan biasanya didokumentasikan dengan model grafik
Beberapa model yang dapat digunakan:
Data Flow Model
Model relasi atribut entitas
Model terstruktur
Model Object

Pemrograman dan Debug
Translasi perancangan ke dalam pemrograman dan menghilangkan error dari program
Pemrograman adalah aktifitas personal – tidak terdapat model program generic
Pemrogram melakukan beberapa program testing untuk menemukan fault dalam program dan menghilangkan fault tersebut dalam proses debug.

Validasi Perangkat Lunak

Verifikasi dan validasi bertujuan menunjukkan bahwa sistem sesuai dengan spesifikasinya dan yang diinginkan pengguna
Melibatkan proses pengujian dan review sistem
Pengujian sistem melibatkan eksekusi sistem dengan menggunakan kasus tes yang ditentukan dari spesifikasi data real yang akan diproses oleh sistem.

Stage Pengujian Perangkat Lunak
Unit Testing: Pengujian Komponen-komponen secara individu
Modul Testing: Pengujian terhadap komponen yang saling berhubungan,
Sub-system Testing: Pengujian terhadap module-module sistem yang saling berhubungan. Fokus pada pengujian interface.
System Testing: Pengujian keseluruhan sistem,
Acceptance Testing: Pengujian yang dilakukan oleh pengguna untuk melihat apakah sistem sudah dapat diterima.

Evolusi Sistem

Perangkat lunak pada dasarnya sangat fleksibel dan mudah berubah
Karena adanya perubahan kebutuhan melalui perubahan proses bisnis dan teknologi, maka perangkat lunak yang mendukung kegiatan bisnis tersebut juga mengalamai perubahan
Walaupun demikian diharapkan perubahan proses bisnis tersebut berdampak pada perubahan yang sedikit terhadap perangkat lunak (re-engineering).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar