Sabtu, 11 Juli 2009

KOMPONEN DASAR KOMPUTER

KOMPONEN DASAR KOMPUTER

1.1Pendahuluan
Komputer terdiri atas komponen-komponen yang saling bekerja sama untuk menjalankan fungsi-fungsi yang berkaitan dengan operasi-operasi: pembacaan data, manipulasi data, dan menghasilkan keluaran. Keluaran dapat ditampilkan, dicetak, atau disimpan dalam media penyimpanan komputer.

Fungsi-fungsi dapat dilakukan dengan memberikan sekumpulan instruksi kepada komputer yang disebut program. Kegiatan yang berhubungan dengan pembuatan program disebut pem-rograman. Untuk dapat dimengerti dan dapat dilaksanakan oleh komputer, program ditulis dengan menggunakan bahasa pemrograman dan perlu diterjemahkan dengan menggunakan penterjemah yang disebut kompiler atau interpreter.
1.2 Sistem Komputer
Sebuah sistem komputer tersusun atas 3 (tiga) elemen, yaitu:
a. Hardware (Perangkat Keras), merupakan rangkaian elektronika
Perangkat keras komputer secara garis besar terdiri atas tiga komponen utama, yaitu
1. Processor, merupakan bagian dari perangkat keras komputer yang melakukan pem-prosesan aritmatika dan logika serta pengendalian operasi komputer secara keseluru-han. Prosesor terdiri atas dua bagian utama, yaitu ALU (Arithmetic Logic Unit) dan Control Unit. Kecepatan kerja prosesor biasanya ditentukan oleh kecepatan clock dari Control Unit-nya. Contoh : jika prosesor memiliki frekuensi clock 350 MHz, berarti kecepatan pemprosesan satu instruksinya = T = 1/f = 1/(350 x 106 Hz), = 0,286 x 10-8 detik.
2. Memory, berdasarkan fungsinya dibagi menjadi 2 (dua) yaitu:
a. Primary Memory, dipergunakan untuk menyimpan data dan instruksi dari pro-gram yang sedang dijalankan. Biasa juga disebut sebagai RAM. Karakteristik dari memori primer adalah:
- Volatil (informasi ada selama komputer bekerja. Ketika komputer dipadam-kan, informasi yang disimpannya juga hilang)
- Kecepatan tinggi
- Akses random (acak)
b. Secondary Memory, dipergunakan untuk menyimpan data atau program biner se-cara permanen. Karakteristik dari memori sekunder adalah:
- Non volatil atau persisten
- Kecepatan relatif rendah (dibandingkan memori primer)
- Akses random atau sekuensial
Contoh memori sekunder : floppy, harddisk, CD ROM, magnetic tape, optical disk, dll. Dari seluruh contoh tersebut, yang memiliki mekanisme akses sekuen-sial adalah magnetic tape.
3. Input-Output Device, merupakan bagian yang berfungsi sebagai penghubung antara komputer dengan lingkungan di luarnya. Dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu
a. Input Device (Piranti Masukan), berfungsi sebagai media komputer untuk mene-rima masukan dari luar. Beberapa contoh piranti masukan :
- Keyboard
- Mouse
- Touch screen
- Scanner
- Camera
- Modem
- Network card, dll.
b. Output Device (Piranti Keluaran), berfungsi sebagai media komputer untuk memberikan keluaran. Beberapa contoh piranti keluaran:
- Monitor
- Printer
- Speaker
- Plotter
- Modem
- Network card, dll.
b. Software (Perangkat Lunak), merupakan program yang dijalankan pada komputer
Perangkat lunak dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
1. Sistem Operasi, merupakan perangkat lunak yang mengoperasikan komputer serta menyediakan antarmuka dengan perangkat lunak lain atau dengan pengguna. Contoh sistem operasi: MS DOS, MS Windows (dengan berbagai generasi), Macintosh, OS/2, UNIX (dengan berbagai versi), LINUX (dengan berbagai distribusi), NetWare, dll.
2. Program Utilities, merupakan program khusus yang berfungsi sebagai perangkat pe-meliharaan komputer, seperti anti virus, partisi hardisk, manajemen hardisk, dll. Con-toh produk program utilitas: Norton Utilities, Partition Magic, McAfee, dll.
3. Program Aplikasi, merupakan program yang dikembangkan untuk memenuhi kebutu-han yang spesifik. Contoh: aplikasi akuntansi, aplikasi perbankan, aplikasi manufak-tur, dll.
4.Program Paket, merupakan program yang dikembangkan untuk kebutuhan umum, seperti :
-Pengolah kata / editor naskah: Wordstar, MS Word, Word Perfect, AmiPro, dll
-Pengolah angka / lembar kerja: Lotus123, MS Excell, QuattroPro, dll
-Presentasi: MS PowerPoint, dll
-Desain grafis: CorelDraw, PhotoShop, dll
5. Penerjemah Bahasa Pemrograman, merupakan perangkat lunak untuk pembuatan atau pengembangan perangkat lunak lain. Bahasa pemprograman dapat diklasifikasi-kan menjadi tingkat rendah, tingkat sedang, dan tingkat tinggi. Pergeseran dari ting-kat rendah ke tinggi menunjukkan kedekatan dengan ‘bahasa manusia’. Bahasa ting-kat rendah (atau biasa disebut bahasa assembly) merupakan bahasa dengan pemetaan satu persatu terhadap instruksi komputer. Contoh bahasa tingkat tinggi: Pascal, BA-SIC, Prolog, Java dll. Contoh bahasa tingkat menengah : bahasa C. Seperti perangkat lunak lain, bahasa pemprograman juga memiliki pertumbuhan generasi.
c. Brainware (SDM)
Terdapat berbagai peran yang dapat dilakukan manusia dalam bagian sistem komputer. Beberapa peran di antaranya adalah:
1. Analis Sistem, berperan melakukan analisis terhadap permasalahan yang dihadapi, serta merancang solusi pemecahannya dalam bentuk program komputer
2. Programmer, berperan menerjemahkan rancangan yang dibuat analis ke dalam ba-hasa pemprograman sehingga solusi dapat dijalankan oleh kompute Operator, bertugas menjalankan komputer berdasarkan instruksi yang diberikan
4. Teknisi, bertugas merakit atau memelihara perangkat keran komputer, dll.
1.3. Komponen Komputer
Komputer merupakan suatu alat untuk membaca, memanipulasi, dan menyajikan data. Pada masa lalu, penggunaan komputer masih sangat terbatas, yaitu pada masa instansi pemerintah maupun perusahaan yang relatif besar. Dengan dikenalkannya komputer personal memberi-kan dampak makin mudahnya orang dalam mendapatkan dan memanfaatkan komputer, bahkan untuk keperluan di rumah.
Terdapat berbagai macam komputer dilihat dari ukuran fisik maupun kemampuan. Kemam-puan komputer umumnya bergantung pada jumlah pekerjaan yang dapat ditangani dalam satu satuan waktu. Komputer yang berkemampuan besar – umumnya dengan harga yang re-latif mahal, mampu melakukan banyak operasi secara simultan.

Semua data dan program yang akan diproses oleh komputer, pertama kali dimasukkan ke dalam memory komputer melalui peralatan masukan (Input Devices). Unit kontrok (Control Unit) akan menterjemahkan program yang ada di memory dan digunakan untuk mengontrol atau mengkoordinasikan operasi dari semua komponen komputer. Data dalam memory di-manipulasi dengan menggunakan Arithmetic Logic Unit (ALU), dan hasilnya disimpan kembali ke dalam media penyimpanan dengan menggunakan peralatan keluaran (Output De-vices).
1.4 Program dan Bahasa Pemrograman
Komputer merupakan alat yang mempunyai keunggulan dalam kecepatan proses dan mela-kukan perhitungan yang komplek. Komputer mampu menyimpan data dalam ukuran besar, melakukan manipulasi dan menghasilkan informasi sebagai hasil keluarannya. Masalahnya ialah bahwa komputer tidaklah dapat melaksanakan itu semua tanpa mendapatkan instruksi atau perintah mengenai apa yang harus dikerjakan, yaitu yang disebut dengan program.
Program ditulis secara terinci, sistematis, logis, dapat dimengerti / dipahami dan dapat dilak-sanakan oleh komputer. Baris program disebut dengan pernyataan (statement), dan masing-masing pernyataan mengerjakan tugas tertentu. Dengan program akan dapat dilakukan kon-trol langkah-langkah yang harus dikerjakan komputer.
Proses pembuatan program komputer sampai diperolehnya hasil yang dikehendaki disebut dengan pemrograman komputer, dan dilaksanakan oleh pemrogram (programmer). Ba-hasa yang digunakan sebagai komunikasi diantara orang dengan komputer (untuk penulisan program) disebut bahasa pemrograman. Bahasa pemrograman mencakup notasi, simbol, pernyataan, tata bahasa, dan lain-lain aspek bahasa.
Penulisan program harus memenuhi aturan sintak (syntatic rule) dari bahasa pemrograman. Perbedaan mendasar diantara bahasa pemrograman dengan bahasa sehari-hari yang diguna-kan manusia ialah bahwa bahasa pemrograman digunakan sangat tepat dan tidak ada pengecualian atau arti ganda (ambiguities). Masalahnya ialah karena komputer tidaklah dapat berfikir dan menimbang-nimbang sebagaimana dapat dilakukan oleh manusia. Komputer hanya akan mengikuti perintah persis sebagaimana yang diberikan.
Komputer tidak dapat menafsirkan perintah untuk memehami apa yang diinginkan oleh pembuat program. Sehingga kesalahan dalam penulisan akan mengubah maksud dari suatu program dan menyebabkan komputer mengerjakan aksi yang salah.
Dilihat kedekatannya kepada “bahasa manusia”, maka bahasa pemrograman dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
a.Bahasa pemrograman tingkat rendah
Bahasa pemrograman tingkat rendah merupakan “bahasa ibu” dari komputer, yaitu ba-hasa yang tidak memerlukan penterjemah untuk dapat dipahami dan dimengerti oleh komputer. Atau dengan kata lain untuk berkomunikasi secara langsung dengan komputer orang perlu menggunakan bahasa tingkat rendah. Contoh dari bahasa pemrograman ting-kat rendah ialah bahasa mesin (machine language).
Setiap perintah dalam bahasa mesin berupa kode numerik (menggunakan angka 0 dan 1). Demikian juga data disajikan dengan menggunakan kode numerik. Bentuk pengkodean numerik tersebut berbeda antara satu kmputer dengan komputer yang lain. Hal ini men-yebabkan penggunaan bahasa mesin kurang praktis dan susah untuk digunakan atau diin-gat karena tidak sesuai dengan bahasa sehari-hari.
b.Bahasa pemrograman tingkat tinggi
Dengan kekurangan dari bahasa tingkat rendah sebagaimana telah dijelaskan, kemudian dikembangkan bahasa pemrograman yang lain dan diantaranya ialah bahasa pemrogra-man tingkat tinggi.
Bahasa pemrograman tingkat tinggi mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
•Penulisannya mirip dengan bahasa sehari-hari (bahasa Inggris)
•Tergantugn pada mesin komputer yang digunakan
Bahasa pemrograman tingkat tinggi disebut juga dengan bahasa generasi ketiga.
Program yang ditulis dengan bahasa pemrograman tingkat tinggi tidak dapat langsung dimengerti oleh komputer, dan harus diterjemahkan dahulu oleh sebuah “penterjemah” ke dalam bahasa mesin untuk dapat dilaksanakan atau dieksekusi oleh Unit Pemroses Pusat.
Terdapat banyak sekali bahasa pemrograman tingkat tinggi yang telah dikembangkan. Diantaranya bahasa pemrograman tersebut yang banyak digunakan antara lain:
1.BASIC (Beginer All-purpose Symbolic Instruction Code)
•Mudah dipelajari, khususnya untuk pemula
•Cukup popular pada awal pemakaian komputer personal
2. Cobol (Common Business Oriented Language)
•Untuk aplikasi bisnis / administrasi
•Banyak digunakan di bidang pebankan
•Dapat digunakan untuk aplikasi ilmiah tapi dengan kemampuan terbatas
3FORTRAN (Formula Translator)
•Untuk komputasi ilmiah
•Populer dan banyak digunakan
4. Pascal
•Merupakan pemrograman terstruktur / sistematik
•Digunakan untuk aplikasi ilmiah maupun bisnis / administrasi
5.C
•Merupakan bahasa modular, sehingga efisien
•Kode dari bahasa ini padat, sehingga mengurangi waktu kompilasi
Dilihat dari terapannya, Cobol dan Fortran merupakan bahasa pemrograman bertujuan khusus. Cobol untuk terapan di bidang bisnis dan administrasi sedangkan Fortran untuk terapan ilmiah. Pascan dan C merupakan bahasa pemrograman bertujuan umum, karena dapat digunakan untuk berbagai apliaksi. Dalam kenyataannya pengelompokkan tersebut tidak terlalu ketat digunakan.
Bahasa pemrograman terus digunakan, mengikuti perkembangan perangkat keras dan ke-butuhan aplikasi. Sebagai contoh untuk bahasa generasi kelima digunakan untuk super komputer, dan digunakan antara lain untuk bidang kecerdasan buatan dan sistem pakar. Bahasa pemrograman yang termasuk generasi kelima menghasilkan program-program yang bersifat bahasa alamiah (natural language) dan menggunakan pengetahuan (knowl-edge) sebagai basis pengolahan.
Saat ini bahasa Basic dikembangkan menjadi Visual Basic. Dengan kata lain “Visual” menunjukkan cara yang digunakan untuk membuat Graphical User Interface (GUI). Den-gan cara ini penulisan instruksi pemrograman tidak lagi dalam kode-kode baris, akan tetapi cukup dengan melakukan drag dan drop objek-objek yang digunakan. Dengan Vis-ual Basic dapat dikembangkan program apliaksi berbasis Windows, bersifat mouse-driven (digerakkan dengan mouse), dan berdaya guna tinggi. Selain Visual Basic dikenal juga Visual Delphi, dan Visual FoxPro.
1.7. Tahapan Pemrograman
Untuk membuat program diperlukan tahapan-tahapan mulai dari persiapan sampai diperolehnya program yang siap pakai. Tahapan di dalam pemrograman adalah sebagai beri-kut:
a. Analisis masalah
Sebelum memulai penulisan program, terlebih dahulu pemrogram perlu memahami ten-tang yang akan dikerjakan oleh program dengan kata lain mengetahui dengan jelas per-masalahan yang sedang dihadapi. Selain itu perlu diketahui tentang data masukan dan ke-luaran yang terkait yang telah dirancang oleh analis sistem.
b. Merencanakan logika program / pembuatan algoritma
Dengan memahami spesifikasi program, pemrogram akan dapat menyusun kerangka pe-mecahan dan menentukan metode pemecahan. Hasilnya menjadi bahan dalam merenca-nakan logika program, yang dinyatakan dengan menggunakan berbagai cara misalnya dengan menggunakan pseudocode atau dengan bagan alir. Pseudocode menggunakan simbol-simbol yang mirip dengan yang digunakan di dalam bahasa pemrograman, se-dangkan bagan alir menggunakan simbol-simbol gambar dan garis untuk menyatakan logika program.
c. Pembuatan pogram
Pembuatan program meliputi 2 (dua) hal, yaitu:
-Penulisan program, yaitu menyusun program dengan menggunakan salah satu bahasa pemrograman yang dipandang paling tepat dan cocok, dimana hasil dari penulisan program berupa program sumber.
- Pengetikan program, yaitu memindahkan program sumber yang ditulis pemrogram ke dalam media simpan yang memungkinkan program untuk dapat diproses langsung oleh komputer.
Komputer tidak dapat melaksanakan perintah yang ditulis dalam program sumber secara langsung. Program harus diterjemahkan terlebih dahulu agar dapat dilaksanakan oleh komputer.
d.Test atau uji logika
Untuk memastikan bahwa program bebas dari kesalahan, perlu dilakukan test program dengan menggunakan data uji. Data uji dapat berupa data yang dibuat untuk keperluan tersebut atau diambilkan dari data sesungguhnya dalam jumlah yang relatif kecil (berupa sample). Tahapan test meliputi kegiatan mempersiapkan data uji, mengeksekusi program dan melakukan test hasil keluaran dari program. Test terus dilakukan sampai diperoleh hasil test yang memenuhi spesifikasi yang ditentukan.
e.Pembuatan dokumentasi
Tahapan terakhir dari rangkaian tahapan pemrograman ialah menyusun dokumentasi, yang meliputi: spesifikasi program (dari analis sistem), bagan alir program, hasil cetak program sumber, sampel data yang digunakan untuk test dan hasil test.
1.8.Kualitas Program
Dari pemrograman diharapkan diperolehnya program yang berkualitas, dan diharapkan dapat digunakan dalam waktu yang relatif lama. Untuk itu di dalam pemrograman perlu dilakukan upaya-upaya untuk:
a.Memenuhi kebutuhan pengguna
Sebagai pemakai program adalah pengguna, untuk itu kebutuhan pengguna perlu diru-muskan dengan jelas agar program yang dihasilkan memberikan manfaat optimal.
b.Sesuai dengan waktu dan biaya yang disediakan
Pengguna biasanya mengharapkan hasil dari pemrograman segera terwujud. Untuk itu perlu dilakukan perencanaan yang matang agar pemrograman tidak terhenti di tengah jalan karena melebihi jadwal kegiatan dan kehabisan dukungan sumber daya dan biaya.
c.Bebas dari kesalahan
Program hendaknya dirancang dan dikembangkan dengan mengupayakannya agar bebas dari kesalahan. Hal tersebut dilakukan dngan pendeteksian dan koreksi kesalahan selama test program.
d.Menghilangkan kesalahan program
Program hendaknya dirancang sehingga kesalahan akan terdeteksi oleh program itu sendiri selama eksekusi berlangsung.
1.Validasi masukan
Merupakan proses test masukan untuk menentukan apakah masukan memenuhi krite-ria yang ditentukan.
2.Test kebenaran selama pemrosesan
Merupakan test apakah hasil yang diberikan komputer masuk akal serta cek hubun-gan logika diantara hasil yang berbeda.
e.Program yang dapat dirawat (maintenance)
Dalam perjalanannya, program memerlukan perawatan yang disebabkan karena perkem-bangan kebutuhan maupun dijumpainya kesalahan. Dengan dokumentasi memungkinkan pemrogram yang tidak terlibat dalam tahap awal pembuatan program dapat melakukan merawat program tanpa menyebabkan timbulnya kesalahan yang lain.
f.Program yang portable
Program yang ditulis hendaknya dapat diubah dari komputer satu ke komputer yang lain tanpa tanpa perubahan isi. Ini berarrti penggunaan semua instruksi atau perintah yang ti-dak baku (standard) di dalam penulisan program hendaknya ditiadakan atau dihindari.
BAB II
DASAR-DASAR DAN ATURAN PENULISAN ALGORITMA

2.1. Pengertian Algoritma
Dalam modul sebelumnya telah dijelaskan bahwa salah satu tahapan di dalam pemrograman ialah menyusun kerangka pemecahan dan metode pemecahan. Hasilnya menjadi bahan dalam merencanakan kerangka program. Pembuatan logika program akan lebih mudah dibuat dan dikomunikasikan dengan menggunakan algoritma (algorithm).
Aho (1987) dalam bukunya Data Structure and Algorithms memberikan pengertian algo-ritma sebagai berikut:
Algorithm is a finite sequence of instruction, each of which has a clear mean-ing and can be performed with a finite amount of effort in a finite length of time.
Sedangkan menurut Microsoft:
Algoritma adalah urutan langkah berhingga untuk memecahkan masalah logika atau matematika.
Algoritma disebut juga dengan motode, teknik, atau prosedur. Algoritma berasal dari kata “algorism” yang dikenalkan oleh Abu Ja’far Muhammad Musa Al-Khowarizmi dalam bu-kunya yang berjudul Kitab Al Jabr Waal Muqobala (The Book of Restoration and Reduc-tion).
2.2. Cara Penyajian
Algoritma merupakan pola piker terstruktur yang perlu digambarkan, dijelaskan, atau disaji-kan dengan menggunakan notasi-notasi yang tepat dan mudah dimengerti oleh pembacanya.
Algoritma dapat disajikan dengan menggunakan banyak cara, diantaranya:
a. Bahasa alamiah
Penyajian algoritma dengan bahasa alamiah dilakukan dengan menyusun uraian kata yang menggunakan bahasa Inggris atau dengan bahasa lain, misalnya bahasa Indonesia. Algoritma dengan bahasa alamiah dapat ditulis dengan menggunakan huruf besar di awal kalimat dan selanjutnya dengan huruf kecil, atau dengan menggunakan huruf besar selu-ruhnya. Untuk memperjelas dapat ditambahkan nomor urut untuk setiap langkah yang ada. Karena menggunakan bahasa yang sehari-hari digunakan manusia, maka penyajian algoritma dengan bahasa alamiah dapat dipahami oleh pembaca yang belum memahami bahasa pemrograman, misalnya pemakai sistem.
b. Pseudocode (sandi semu)
Penulisan sandi semu menggunakan simbol-simbol perintah yang mirip dengan yang menggunakan di dalam bahasa pemrograman. Pseudocode berasal dari kata pseudo yang berarti mirip atau menyerupai, dan code yang berarti program. Pseudocode ditulis dengan menggunakan huruf besar, sedangkan variabel atau komentar ditulis dengan mengguna-kan huruf kecil. Untuk memperjelas struktur algoritma, digunakan tabulasi yang berbeda untuk penulisan sandi semu yang berada dalam kalang (loop) atau struktur kondisional. Dengan penulisan sandi semu mirip dengan penulisan program, maka algoritma yang di-tulis dengan sandi semu lebih tepat digunakan untuk mengkomunikasikan algoritma kepada pemrogram.


Pernak Pernik Dunia Prosesor

Onno W. Purbo

Berawal di tahun 1936, Konrad Zuse mengembangkan komputer Z1 yang merupakan komputer pertama yang dapat di program secara bebas. Tonggak sejarah berlanjut di Hardvard pada tahun 1944, Howard Aiken & Grace Hopper mengembangkan Harvard Mark I Computer. Akhirnya komputer ENIAC 1 yang terdiri dari 20,000 tabung elektronik memenuhi ruangan yang cukup besar dibuat oleh John Presper Eckert & John W. Mauchly di tahun 1946. Di masa perang dunia ke dua tersebut, konsep prosesor di kembangkan dengan mengandalkan tabung elektronik yang membutuhkan ruang yang besar.

Dengan di temukannya transistor di tahun 1947 di Bell Labs, Amerika Serikat, dan kemudian rangkaian terintegrasi yang dikenal sebagai “chip” di tahun 1958 oleh Jack Kilby dan Robert Noyce, dunia komputer mengalami perkembangan yang amat sangat pesat karena dimungkinkan mengemas demikian banyak sakelar dalam sebuah keping silikon yang kecil seluas beberapa milimeter persegi.

Otak sebuah komputer biasanya dikenal sebagai pemroses data (prosesor), karena bentuknya yang kecil lebih sering di sebut sebagai prosesor mikro, atau mikroprosesor. Faggin, Hoff dan Mazor dari Intel di tahun 1971 mengembangkan mikroprosesor pertama di dunia, dan diberi kode Intel 4004. Pada saat itu, Intel 4004 masih belum memasuki dunia komputer desktop. Komputer mikro Apple I, II, TRS 80 mulai bermunculan di tahun 1976-77-an, dengan memory 64Kbyte, monitor televisi sederhana, penemuan jenius yang berawal dari garasi ternyata dikemudian hari akan menyapu bersih konsep-konsep komputer mainframe yang waktu itu di monopoli oleh IBM.

Intel dengan prosesor mikro Intel 8088 bekerjasama dengan IBM mengembangkan IBM PC/XT di tahun 1981. Di tahun yang sama (1981), Microsoft mengembangkan sistem operasi MS-DOS untuk mengawaki IBM PC/XT tersebut. Salah satu terobosan terbesar yang dilakukan oleh IBM adalah membuka seluruh rangkaian-nya di manual komputer tersebut. Akibatnya banyak sekali perusahaan-perusahaan yang menjiplak IBM PC/XT yang di kemudian hari di kenal sebagai komputer jangkrik.

Pasangan Intel dan Microsoft demikian kuat untuk menentukan arah perkembangan dunia komputer. Saingan terberat mereka di awal perkembangannya adalah komputer Apple. Sejarah membuktikan bahwa kombinasi yang erat antara pembuat perangkat keras (Intel) dan perangkat lunak (Microsoft) sangat menentukan dalam proses penguasaan pasar, hal ini terbukti nyata bahwa kombinasi Intel & Microsoft menguasai lebih dari 89% pasar di Indonesia.

Dengan penguasaan pasar yang demikian besar memungkinkan Intel untuk mengembangkan teknologinya dengan lebih leluasa. AMD dan Via tampaknya merupakan saingan terbesar dari Intel. Akan tetapi Intel bukanlah lawan yang mudah untuk di tundukan. Tahun 1982, Intel 80286 yang dikenal sebagai 286 mulai mempertahankan sebuah tradisi untuk dapat menjalankan perangkat lunak yang di tulis untuk prosesor generasi sebelumnya. Dalam waktu 6 tahun setelah di keluarkan 286, diperkirakan ada 16 juta komputer kelas 286 di seluruh dunia. Pada tahun 1985, dikeluarkan Intel 386 dengan 275.000 transistor memiliki kekuatan 100 kali lebih cepat daripada Intel 4004 si mikroprosesor pertama di dunia.

Di tahun 90-an, tepatnya 1993 dunia mulai di banjiri generasi prosesor kelas Pentium yang memungkinkan pemrosesan data real-time seperti suara, gambar, video secara cepat. Pentium merupakan standar bagi komputer di rumah-rumah. Di tahun 1997 Intel Pentium II dengan 7.5 juta transistor betul-betul mengubah dunia dengan kemampuan multimedia-nya. Pengguna komputer dapat dengan mudah mengirimkan gambar, suara, video melalui jaringan komputer.

Untuk pengguna biasa yang tidak membutuhkan kemampuan sekelas Pentium II, dikembangkan kelas prosesor Celeron di tahun 1999. Ditahun yang sama (1999), Pentium III dikembangkan dengan teknologi rangkaian terintegrasi yang sangat halus 0.25 mikro meter. Perkembangan terakhir kelas Pentium tampaknya mendekati titik puncaknya pada tahun 2000 dengan Pentium 4 dengan 42 juta transistor yang mempunyai kecepatan hingga 1.5 GHz, bandingkan dengan Intel 4004 yang kecepatannya hanya 108.000 Hz.

Intel di tahun 2001 mengembangkan keluarga prosesor baru kelas Itanium yang di arahkan untuk server di perusahaan. Kelas prosesor ini bekerja secara paralel untuk memenuhi kebutuhan perusahaan untuk transaksi e-commerce, database yang besar, rancang bangun menggunakan komputer dan banyak lagi.

Apa yang harus kita antisipasi dengan perkembangan prosesor yang begitu cepat? Yang sering saya lakukan adalah menunggu, dan menggunakan teknologi yang sudah berumur satu tahun atau bahkan beberapa tahun. Karena biasanya harga peralatan sudah demikian jatuh setelah berumur lebih dari satu tahun, akan tetapi kinerja-nya masih cukup lumayan untuk digunakan operasi perkantoran biasa. Semakin tua sebuah teknologi, masalah utama yang biasanya kita hadapi adalah memperoleh spare parts untuk perbaikan peralatan. Pada suatu saat masih lebih murah untuk membuang peralatan tua tersebut, dan lebih murah membeli peralatan kommputer yang agak baru.

Salah satu terobosan teknologi yang sangat membantu dalam melakukan penghematan adalah teknologi Terminal Server. Linux Terminal Server Program (LTSP) merupakan program gratisan di Internet yang memungkinkan kita menggunakan komputer 486 untuk digunakan sebagai terminal di sebuah jaringan lokal dengan kecepatan pemrosesan data yang sama dengan kecepatan server yang digunakan. Jika kita menggunakan server Pentium 4, maka kecepatan 486 menyerupai Pentium 4 tersebut. Di pasaran, teknik ini sering dikenal sebagai teknologi kloning.

Berdasarkan data IDC, perkembangan komputer di Indonesia belum terlalu menggembirakan. Di tahun 2001 tercatat total komputer di Indonesia sekitar 2.2 juta, dengan penambahan hanya sekitar 400.000 buah dari tahun 2000. Sebagian besar dari komputer ini, sekitar 1.9 juta PC, digunakan oleh dunia usaha. Pengguna di rumah hanya menggunakan sekitar 250.000 buah, sedang untuk dunia pendidikan hanya sekitar 58.000 buah. Di tahun 2001, total uang yang dibelanjakan, sekitar US$752 juta untuk membeli perangkat keras, sekitar US$ 124 juta untuk perangkat lunak, dan total nilai yang berputar untuk teknologi informasi di Indonesia pada tahun 2001 sekitar US$ 1.2 milyar. Nilai uang yang berputar di dunia komputer masih lebih kecil dengan nilai usaha dunia telekomunikasi yang sekitar US$ 2.3 milyar di tahun 2001.

Perkembangan ini akan terus menguat terutama jika dunia pendidikan di Indonesia dapat mengadopsi teknologi informasi dengan cepat. Usaha ke arah tersebut tampak nyata di sekolah menengah kejuruan yang dipimpin oleh Direktur-nya Dr. Gatot HP di DIKMENJUR DIKNAS. Semoga hal ini dapat diikuti oleh berbagai lini yang ada di dunia pendidikan, karena orang muda adalah agen perubahan sebuah bangsa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar